Kamis, 15 September 2011

MOTIVASI HIDUP - "Hidup Harus Selalu Optimis"

MOTIVASI HIDUP - "Hidup Harus Selalu Optimis"


Saudaraku, Hidup Harus Selalu Optimis,,,

Seperti yang dikisahkan oleh Bob Butler berikut ini. Silahkan membaca... ^_^

Bob Butler kehilangan kedua kakinya pada tahun 1965 akibat ledakan ranjau di Vietnam. Ia kembali ke negerinya sebagai pahlawan perang. Dua puluh tahun kemudian, ia sekali lagi membuktikan kepahlawanan yang murni berasal dari lubuk hatinya.

Pada suatu hari dalam musim panas, Butler sedang bekerja di garasi rumahnya di sebuah kota kecil di Arizona, AS. Tiba-tiba, ia mendengar jeritan seorang wanita dari salah satu rumah tetangganya. Ia menggelindingkan kursi rodanya ke rumah ini, tetapi semak-semak yang tinggi di rumah itu tidak memungkinkan kursi rodanya mencapai pintu belakang. Maka, veteran itu keluar dari kursinya dan merangkak tanpa peduli debu dan semak yang harus dilewati.

"Aku harus sampai ke sana. Tak peduli bagaimanapun sulitnya," ucapnya dalam hati.

Ketika Butler tiba di rumah itu, ia tahu bahwa jeritan tersebut datang dari arah kolam. Di sana, seorang anak perempuan berusia kira-kira tiga tahun sedang terbenam di dalamnya. Anak itu lahir tanpa lengan sehingga ketika ia jatuh ke dalam kolam, ia tidak dapat berenang. Sang ibu hanya bisa berdiri mematung sambil menangisi putri kecilnya. Butler langsung menceburkan diri dan menyelam ke dalam dasar kolam lalu membawanya naik. Wajah anak bernama Stephanie itu sudah membiru, denyut nadinya tidak terasa dan tidak bernapas.

Butler segera berusaha melakukan pernapasan buatan untuk menghidupkannya kembali sementara ibunya menghubungi pemadam kebakaran melalui telepon. Ia diberi tahu bahwa petugas kesehatan kebetulan sedang bertugas di tempat lain. Dengan putus asa, ia terisak-isak sambil memeluk pundak Butler.

Sementara terus melakukan pernapasan buatan, Butler dengan tenang meyakinkan sang ibu bahwa Stephanie akan selamat. "Jangan cemas," katanya. "Saya menjadi tangannya untuk keluar dari kolam itu. Ia akan baik-baik saja. Sekarang, saya akan menjadi paru-parunya. Bila bersama-sama, kita pasti bisa."

Beberapa saat kemudian, anak kecil itu mulai terbatuk-batuk, sadar kembali, dan mulai menangis. Ketika mereka saling berpelukan dan bergembira bersama-sama, sang ibu bertanya kepada Butler tentang bagaimana ia yakin bahwa anaknya akan selamat.

"Ketika kaki saya remuk terkena ledakan di Vietnam, saya sedang sendirian di sebuah ladang," ceritanya kepada perempuan itu. "Tidak ada orang lain di sekitar situ yang bisa menolong, kecuali seorang gadis Vietnam yang masih kecil. Sambil berjuang menyeretku ke desa, gadis itu berbisik dalam bahasa Inggris patah-patah, 'Tidak apa-apa. Anda akan hidup. Saya akan menjadi kaki Anda. Bersama-sama, kita pasti bisa.'"

"Ini kesempatan bagi saya untuk membalas yang pernah saya terima," katanya kepada ibu Stephanie.

Sahabat inspirasi yang Luar Biasa,

Saya sangat menyukai pernyataan bahwa "manusia adalah makhluk sosial". Karena sehebat apapun kita, saya yakin akan lebih hebat saat kita bekerja bersama-sama. Mungkin seorang pemain hebat mampu untuk memenangkan permainan seorang diri, tetapi untuk memenangkan sebuah kejuaraan itu adalah kerja sebuah tim.

Ingatlah
kita tidak pernah sendiri dalam hidup ini. Kita selalu memiliki teman yang selalu ada dan siap membantu kita. Terlebih lagi kita memiliki Tuhan yang Maha Kuasa, jangan pernah lupakan kehadiranNya dalam setiap sisi kehidupan kita.

Bersama kita BISA!

Salam sukses Luar Biasa!

[Kita semua adalah malaikat-malaikat bersayap sebelah. Hanya bila saling membantu kita semua dapat terbang (Luciano de Crescenzo).]

Tips Motivasi: Tetap Optimis Di Saat Sulit

Berikut ini Tips Motivasi: Tetap Optimis Di Saat Sulit

1. Selalu bersyukur, apapun masalahmu


Ini adalah hal terpenting, aku ulangi, TERPENTING untuk dilakukan dalam setiap situasi yang kamu alami. Biasanya, jauh lebih mudah untuk menemukan 1000 alasan untuk mengeluh, untuk merasa depresi, atau yang lebih buruk, untuk bunuh diri dibandingkan satu alasan untuk merasa bersyukur di masa yang sulit (oke, mungkin, itu agak sedikit hiperbolik, tetapi dasarnya benar). Jika masih sulit untuk dilakukan, cukup lihatlah sekitarmu, tontonlah TV, atau carilah di internet. Temukan 10 orang yang memiliki kondisi jauh lebih buruk daripada kamu. Aku berani bertaruh kamu dapat menemukannya dengan mudah. Lalu apa poinnya? Poinnya adalah KAMU tidak sendiri. Titik.


2. Ingatlah semua memori positif di masa lalu, jangan buang waktumu dengan mengeluh di saat sekarang, dan fokuslah terhadap masa depanmu

Judul di atas sudah berkata segalanya. Masa sekarang akan menjadi masa lampau satu detik dari sekarang, dan masa depan akan menjadi masa lampau satu detik sesudahnya. Apakah kamu ingin membuat memori positif yang lain dengan melakukan hal yang positif atau hari-hari yang suram dengan terus mengeluh? Terserah anda, teman

3. Selalu mengingat bahwa manusia cenderung lebih kreatif saat berada di bawah tekanan

Itu tergantung masing-masing orang. Jika seseorang dapat mengatasi rasa putus asa, biasanya mereka akan mencoba banyak cara yang kreatif untuk menjadikan hidup lebih baik. Itu bisa berarti cara yang positif atau negatif. Cara yang positif adalah cara untuk mencapai kebahagiaan jangka panjang. sedangkan cara negatif adalah cara untuk mencapai kebahagiaan jangka pendek. Hindari cara-cara yang negatif, karena itu sama dengan menggali kuburmu sendiri. Kesimpulannya adalah, semakin optimis dirimu, semakin kreatif juga dirimu nantinya. Dengan kata lain, kamu dapat menemukan ide-ide bagus saat kamu berada dalam masalah. Optimislah!

4. Baca cerita-cerita tentang orang-orang yang melalui masa sulit dan menjadi orang sukses

Baca cerita mereka dan pelajarilah apa yang mereka lakukan untuk mengatasi masalah. Kamu akan mendapatkan banyak wawasan dari situ. Tetapi, jangan cuma bersemangat sebentar setelah kamu membaca. Latihlah itu di hidupmu dan kamu akan memiliki hidup yang jauh lebih baik.


5. Tetap tenang, jangan panik


Seorang yang panik cenderung membuat segalanya semakin buruk. Rebahkan badanmu, tutup matamu dan ambil napas dalam-dalam. Dengan melakukan ini, tubuhmu akan menurunkan kadar hormon stress, kortisol dan adrenalin. Kamu akan merasa tenang.

6. Lakukan hal-hal yang kamu suka

Tentu saja kamu memiliki hobi atau sesuatu yang kamu senang lakukan. Aku menyarankan kamu melakukannya! Itu akan sangat menolongmu untuk membuat pikiranmu rileks. Jangan biarkan masalahmu menindasmu.

7. Tetap berdoa

Manusia memiliki batas. Jika kamu merasa kamu tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hal terbaik yang perlu dilakukan adalah berdoa. Berharaplah Tuhan akan membukakan jalan karena kamu sudah berusaha sekuat tenaga.

Semoga Bermanfaat dan Memberikan nilai yang baik untuk kita selalu optimis dalam menatap kehidupan

Hari Jum’at adalah hari yang paling utama diantara hari-hari lainnya.

Hari Jum’at memiliki beberapa keutamaan sebagaimana terdapat dalam beberapa hadis Nabi, diantaranya:


Pertama. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama diantara hari-hari lainnya.

Kedua. Nabi Adam Alaihissalam diciptakan pada hari Jum’at dan pada hari ini pula diwafatkan. Pada hari ini ia dimasukkan ke dalam syurga dan pada hari ini pula dikeluarkan dari syurga.

Ketiga. Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at.

[3] Abu Hurairah Radhiyalahu 'anhu meriwayatkan, bahawa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَة .

"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at; pada hari ini Adam as diciptakan, pada hari ini (Adam Alaihissalam) dimasukkan ke dalam syurga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari syurga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini.[HR Muslim, no. 854]

Dalam riwayat Aus bin Aus Radhiyallahu 'anhu dengan lafal:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعِقَةُ .......

"Sesungguhnya seutama-utama hari kalian adalah hari Jum’at ; pada hari ini Adam Alaihissalam diciptakan, pada hari ini pula ia dimatikan, pada hari ini ditiupkan sangkakala (tanda kiamat), dan pada hari ini pula hari kebangkitan"

[4] Keempat. Hari Jum’at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah berikan kepada umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat lain sebelumnya. 
 
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ اْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوْتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوْتِيْنَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ فَاخْتَلَفُوْا فَهَدَانَا اللهُ لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ، فَهَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِيْ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ هَدَانَا اللهُ لَهُ –قَالَ: يَوْمُ الْجُمْعَةِ-، فَالْيَوْمُ لَنَا وَغَداً لِلْيَهُوْدِ وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى.

"Kita adalah umat yang datang terakhir tapi paling awal datang pada hari kiamat, dan kita yang pertama kali masuk syurga, cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka. Kemudian mereka berselisih, lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita (Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at). Maka hari (Jum’at) ini untuk kita (umat Islam), besok (Sabtu) untuk umat Yahudi dan lusa (Ahad) untuk umat Nasrani".[HR Muslim, no. 855]

Dalam riwayat lain dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu dengan lafadz:

أَضَلَّ اللهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا، فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ اْلأَحَدِ، فَجَاءَ اللهُ بِنَا فَهَدَانَا اللهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَاْلأَحَدَ، وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَاْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيَّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ.

Allah telah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum’at, maka umat Yahudi memperoleh hari Sabtu, umat Nasrani memperoleh hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan memberi kita hidayah untuk memperoleh hari Jum’at. Maka Allah menjadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad, dan mereka (umat sebelum kita) berada di belakang kita pada hari kiamat. Kita datang paling akhir di dunia, tetapi paling awal datang di hari kiamat yang telah ditetapkan untuk mereka sebelum diciptakan seluruh makhluk" [HR Muslim, no. 856]

Kelima. Pada hari Jum’at ini terdapat saat-saat terkabulnya do’a, terutama pada akhir-akhir siangnya setelah Asar. Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللهَ خَيْراً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، قَالَ: وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيْفَةٌ.

“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat-saat, iaitu seorang muslim tidaklah ia berdiri sholat dan meminta kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya.” Lalu Beliau berkata,”Dan saat-saat tersebut adalah saat yang singkat.” [HR Muslim, no. 852] Dalam riwayat Jabir Radhiyallahu 'anhu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوْجَدُ فِيْهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئاً إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوْهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ. "

(Siang) hari Jum’at itu dua belas jam. Tidaklah didapati seorang hamba muslim pada saat-saat ini meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya. Maka carilah pada akhir saat-saat tersebut setelah Ashar"



[5]. PERKARA-PERKARA YANG DISYARI’ATKAN PADA HARI JUM’AT

Hari Jum’at, disamping memiliki keutamaan sebagaimana telah disebutkan di atas, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan syari’at khusus untuk hari ini, yaitu;

Pertama : Solat Jum’at. Mengenai sholat Jum’at ini akan dikupas beberapa hal berikut ini. a). Kewajiban menunaikan solat Jum’at. Hal itu berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسَعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" [Al Jumu’ah: 9]

Kewajiban ini bersifat fardhu ‘ain atas setiap muslim secara berjama’ah, kecuali lima golongan iaitu: hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh), orang sakit dan musafir. Hal ini berdasarkan beberapa riwayat berikut. Dari Thariq bin Syihab dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْجُمْعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِيْ جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةٌ: عَبْدٌ مَمْلُوْكٌ، أَوِ امْرَأَةٌ، أَوْ صَبِيٌّ، أَوْ مَرِيْضٌ.

"(Solat) Jum’at itu adalah wajib atas setiap muslim secara berjama’ah, kecuali empat (golongan) iaitu: hamba sahaya, wanita, anak kecil (yang belum baligh) atau orang sakit" [6] Dari Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ عَلَى الْمُسَافِرِ جُمْعَةٌ

"Tidak ada kewajiban atas musafir (untuk menunaikan) sholat Jum’at" [HR Ad-Daruquthni.II/4] b). Keutamaan menunaikan sholat Jum’at. Tidaklah syari’at memerintahkan suatu perkara, melainkan diiringi dengan janji berupa balasan kebaikan, keutamaan dan pahala sebagai pendorong bagi orang-orang yang mau menunaikan perintah tersebut. Diantaranya, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَخْلُوَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ اْلأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ.

"Barangsiapa mandi (wajib) kemudian mendatangi (sholat) Jum’at, lalu ia sholat –sunnat- (sebelum imam datang) sekuat kemampuannya, kemudian diam seksama (mendengarkan imam berkhuthbah) sampai selesai dari khutbahnya, lalu sholat bersamanya, maka akan diampuni (dosanya) antara Jum’at tersebut dengan Jum’at lainnya (sebelumnya) ditambah tiga hari". [HR Muslim, no. 857] Dalam hadits yang lain Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ.

"(Antara) sholat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan, terdapat penghapus dosa-dosa, selama tidak melanggar dosa-dosa besar." [HR Muslim, no. 233] c). Ancaman terhadap orang yang meninggalkan sholat Jum’at. Disamping menjelaskan tentang keutamaan menunaikan sholat Jum’at, syari’at juga menjelaskan ancaman terhadap orang-orang yang meninggalkan sholat Jum’at kerana meremehkannya. Dalam hal ini terdapat beberapa hadits dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, diantaranya: Sabda Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنُنَّ مِن الْغَافِلِيْنَ.

"Sungguh hendaknya orang-orang itu berhenti dari meninggalkan sholat Jum’at atau (kalau tidak maka) Allah akan mengunci hati-hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai."[ [HR Muslim, no. 856] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ رَجُلاً يُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ أَحْرَقَ عَلَى رِجَالٍ يَتَخَلَّفُوْنَ عَنِ الْجُمُعَةِ بُيُوْتَهُمْ.

"Sungguh saya bertekad untuk memerintahkan seseorang mengimami sholat bagi manusia, kemudian saya bakar rumah orang-orang yang meninggalkan (sholat) Jum’at." [HR Muslim, no. 652] Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُناً بِهَا طَبَعَ اللهُ عَلَى قَلْبِهِ. 
 
"Barangsiapa meninggalkan sholat Jum’at sebanyak tiga kali kerana meremehkannya, maka Allah akan mengunci hatinya." [7] Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمُعَاتٍ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ كُتِبَ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ.

"Barangsiapa meninggalkan tiga kali sholat Jum’at tanpa uzur, maka dia tercatat sebagai golongan orang-orang munafik." [8] d). Waktu pelaksanaannya. Waktu pelaksanaannya adalah pada waktu Dhuhur, berdasarkan riwayat dari Anas Radhiyallahu 'anhu,

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يُصَلِّي الْجُمُعَةَ حِيْنَ تَمِيْلُ الشَّمْسُ.

"Bahawa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menunaikan sholat Jum’at ketika matahari tergelincir (yakni masuk waktu Zuhur)." [HR Al-Bukhari, no. 862] Sebahagian ulama membolehkan pelaksanaannya –beberapa saat- sebelum masuk waktu Zuhur (sebelum matahari benar-benar tergelincir). Mereka berdalil dengan riwayat dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu ketika ia ditanya, “Bila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menunaikan sholat Jum’at?” Dia menjawab,”(Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) pernah menunaikan sholat Jum’at, kemudian (selesai sholat) kami pergi menuju unta-unta kami untuk mengistirahatkannya ketika matahari tergelincir." [HR Muslim, no. 858] (Bererti Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah sholat Jum’at sebelum matahari tergelincir). Kedua. Khuthbah Jum’at. a). Hukumnya. Khutbah Jum’at hukumnya wajib, kerana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya, dan berdasarkan keumuman sabda Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam,

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِيْ أُصَلِّيْ.

"Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat." [HR Al-Bukhari, no. 605] Khuthbah Jum’at ini termasuk dalam rangkaian pelaksanaan sholat Jum’at yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya sebelum sholat.
 

Keutamaan para Penuntut Ilmu

Keutamaan para Penuntut Ilmu

Keutamaan para Penuntut Ilmu
Ilmu adalah barang berharga lagi mulia menurut Islam, maka Islam pun memuliakan orang yang mencarinya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Bukan itu saja, Islam juga menjanjikan banyak hal pada para pencari ilmu itu. Berikut ini apa saja kemuliaan dan penghargaan yang akan di dapatkan oleh para pencari ilmu.

a.    Cari Ilmu Memudahkan Jalan menuju Surga
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda : " Barang siapa menempuh perjalanan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju surga " ( HR Muslim)
Inilah motivasi mulia yang harus terhujam dalam benak kita. Bahwa perkuliahan dan sekolah kita adalah jalan mudah menuju surga. Asalkan benar bahwa kita kuliah dan sekolah, memang tulus untuk mencari ilmu-ilmu kebaikan dan bermanfaat.

b.    Para Pencari ilmu dihormati dan dimuliakan oleh malaikat
Dari Shofwan bin Asal ra, Rasulullah SAW bersabda : " Sesungguhnya malaikat benar-benar mengatupkan sayapnya di hadapan para pencari ilmu karena ridho dengan apa yang mereka lakukan " ( HR Tirmidzi dan Ahmad)
Malaikat makhluk agung lagi mulia itu ternyata memuliakan para pencari ilmu. Maka mereka pun menurunkan sayapnya sebagai sikap penghormatan yang tawadhu kepada para pencari ilmu. Bukan itu saja, dalam riwayat lain juga diceritakan bagaimana para malaikat itu juga menaungi dan mengelilingi majelis-majelis para pencari ilmu. Kita makhluk mulia, dan lebih mulia dengan ilmu yang kita punya.

c.    Para pencari ilmu disamakan dengan mereka yang berjihad fi sabilillah
Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda : " Barang siapa yang keluar menuntut ilmu, maka ia di dalam jalan Allah hingga kembali nanti " (HR Tirmidzi)

d.    Majlis pencari ilmu adalah taman surga yang ada di dunia
Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda : " Jika engkau melewati taman-taman surga, maka nikmatilah ". Para sahabat bertanya : " Apakah taman-taman surga itu wahai Rasulullah ? ". Rasulullah SAW menjawab : " Majelis ilmu " (HR Thobroni)

Majelis para pencari ilmu adalah majelis yang mulia. Rasulullah SAW mengibaratkannya dengan taman surga yang ada di dunia. Betapa dekatnya para pencari ilmu itu dengan surga. Dalam riwayat lain juga disebutkan tentang keutamaan yang diberikan Allah SWT kepada mereka yang hadir dalam majlis ilmu.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda : " Tidaklah sebuah kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid),mereka membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dan (mereka) diliputi rahmat, dan dinaungi oleh malaikat, dan Allah SWT menyebut mereka disisi-Nya. (HR Muslim)

Semoga kita termasuk dalam para pencari ilmu dan kebaikan. Salam optimis.

Ingin ngobrol dengan saya ? Follow saya di Twitter @rofikpzeekopeterz

keutamaan optimis

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu ( Bagian 1)

Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu ( Bagian 1)
Kenyataan sejarah dan juga pengamatan di sekitar kita telah menyimpulkan dengan sederhana  bahwa ; ilmu mengubah seseorang menjadi lebih mulia. Kesimpulan sederhana ini sejalan dengan banyak dalil dalam Al-Quran maupun As-Sunnah . Banyak dalil naqli yang menguatkan kemuliaan seseorang karena ilmunya. Mari kita teliti satu per satu, mengapa ilmu membuat kita jadi mulia dunia dan akhirat.

a.    Karena Allah SWT membedakan dan mengangkat derajat orang yang berilmuAllah SWT berfirman : Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS az-Zumar 9 )
Firman Allah SWT : "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Mujadalah ayat 11)

Ibnu Abbas ra mengomentari ayat di atas dengan mengatakan : Tingkatan para ulama dibanding orang mukmin biasa adalah lebih tinggi sebanyak 700 derajat, dimana diantara satu derajat ke derajat setelahnya adalah sama dengan jarak 500 tahun perjalanan !

b.    Karena orang yang berilmu senantiasa dijadikan rujukan
Allah SWT berfirman : Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (QS an-Nahl 43)

 Seorang yang berilmu suka atau tidak pasti menjadi tempat orang bertanya dan merujuk kepadanya ketika mendapat sebuah permasalahan. Karena itu, mereka senantiasa menempatkan para ulama, guru dan ustadz pada kedudukan yang mulia. Ini adalah bukti nyata bahwa ilmu juga membuat orang mulia bukan Cuma di akhirat saja.

c.    Karena ilmu adalah satu-satunya warisan Nabi
Dari Abu Darda', Rasulullah SAW bersabda : Dan sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi itu tidak pernah mewariskan dinar dan tidak pula dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya, sungguh telah mengambil bagian yang besar ". (HR Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Tidak ada keraguan bahwa manusia termulia adalah para nabi. Kemuliaan mereka diwariskan melalui ilmu agama. Para ulama yang mengambilnya pun berhak mendapatkan kemuliaan itu. Maka derajat mereka pun naik membumbung tinggi di akhirat nanti, sejajar dengan para nabi dan syuhada ! Dari Utsman bin Affan ra, Rasulullah SAW bersabda : Yang pertama memberi syafaat pada hari kiamat ada tiga : para nabi, para ulama dan para syuhada' (HR Ibnu Majah)

d.    Karena ilmu membuat kita beramal dengan benar dan ditakuti syaitan
Dari Abu Darda' ra, Rasulullah SAW bersabda : " Dan sungguh perbedaan keutamaan orang yang berilmu dengan orang yang gemar beribadah, sebagaimana keutamaan bulan purnama dari seluruh bintang lainnya" ( HR Tirmidzi , Ahmad)

Mengapa orang 'alim (berilmu) ternyata mempunyai keutamaan yang lebih mulia dibandingkan orang yang rajin ibadah ? Logika sederhana kita akan menjawabnya. Seorang berilmu sholat sunnah dua rekaat. Dia berwudhu dengan benar, sholat dengan benar dan khusyuk, mengetahui syarat, rukun dan hal-hal yang merusak ibadahnya. Sementara ada yang lainnya yang gemar sholat hingga delapan bahkan dua belas rekaat setiap malamnya, tetapi tidak memahami bacaannya, tidak mengetahui adab, syarat dan rukunnya, kira-kira yang mana yang lebih mulia amalannya ?

    Karena itu semua, syaitan lebih mudah memprovokasi orang yang tidak berilmu dengan memberinya usulan ibadah yang bermacam-macam, yang tidak ada syariatnya agar mereka tersesat lebih jauh. Sementara dengan orang berilmu, syaitan tidak mendapatkan peluang untuk itu. Syetan takut. Ada kisah nyata menarik yang sesuai dengan tema ini, berikut singkatnya ;

Belajar dari Ibnu Abbas : Takutnya Syetan pada orang Berilmu

Ibnu Abbas ra dan para sahabatnya rutin mengadakan halaqoh ilmu di masjid. Suatu ketika dalam sebuah pertemuan, Ibnu Abbas minta ijin untuk mengerjakan sholat sunnah. Tiba-tiba datang seseorang yang bertanya, " Apakah ada mufti (pemberi fatwa) disini ? ". Maka beberapa sahabat Ibnu Abbas ra menjawab dengan percaya diri, " bertanyalah ! ". Maka terjadilah dialog :
Fulan      :  Setiap kali aku buang air kecil selalu diikuti dengan keluarnya cairan hangat "
Sahabat Ibnu Abbas     : Apakah cairan yang bisa menghasilkan keturunan ?
Fulan            : " Betul, sama persis "
Sahabat Ibnu Abbas    : " jika memang demikian, berarti engkau wajib mandi janabah ! "

Kemudian sang penanya pamit untuk kembali pulang. Ibnu Abbas yang sedang sholat mendengar dialog tadi, maka ia segera mempercepat sholatnya. Kemudian ia segera menghampiri para sahabatnya dan memerintahkan, " Panggil kemari laki-laki yang tadi bertanya pada kalian ". Setelah laki-laki tadi kembali hadir di masjid, Ibnu Abbas pun menginterogasi para sahabatnya.
Ibnu Abbas     : " Apakah tadi engkau berfatwa menjawab pertanyaan laki-laki ini dengan mengambil dari Al-Quran ? "
Sahabat    : " Tidak .."
Ibnu Abbas    : " jika demikian , apakah dari sunnah Rasulullah SAW ? "
Sahabat    : " Tidak juga wahai ibnu Abbas "
Ibnu Abbas    : " Apakah dari perkataan para sahabat Rasul ? "
Sahabat    : " Tidak "
Ibnu Abbas    : " Jika begitu dari mana fatwa kalian itu ? "
Sahabat    : " itu murni dari pendapat kami wahai Ibnu Abbas .."
Ibnu Abbas    : " Jika demikian, benar sekali apa yang Rasulullah SAW sabdakan : Bahwa satu orang faqiih (ahli ilmu agama) itu lebih ditakuti syaitan daripada seribu orang ahli ibadah ! "
Ibnu Abbas menyindir para sahabatnya yang berani menjawab pertanyaan tanpa ilmu yang kuat, bahkan dari pendapat mereka sendiri. Kemudian ia menghampiri laki-laki yang tadi bertanya.
Ibnu Abbas    : " jika benar cairan itu yang keluar darimu, apakah engkau merasakan syahwat pada kemaluanmu ketika mengeluarkannya? "
Penanya    : " Tidak "
Ibnu Abbas    : " Benar engkau tidak merasakan syahwat atau nikmat ? "
Penanya    : " Tidak sekali lagi wahai ibnu abbas "
Ibnu Abbas    : " Lalu, apakah tubuhmu merasa lemas setelahnya ? "
Penanya    : " Tidak juga "
Ibnu Abbas     : " Jika demikian, itu berarti hanya karena rasa dingin. Cukup engkau berwudhu saja dan tidak perlu mandi "
Permasalahan pun rampung dengan kepuasan semua pihak. Mereka pun kembali ke halaqohnya dengan membawa sebuah pelajaran : bahwa syaitan senantiasa mengincar mereka yang kurang ilmu.
    Sekali lagi terbukti, kemuliaan orang-orang yang berilmu atas yang lainnya.
Hisnul Muslim 11
KEUTAMAAN BERDZIKIR
Allah berfirman:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku
ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat
dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku,
serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)” (QS. Al
Baqarah: 152)
“Hai orang-orang yang beriman ber-dzikirlah yang
banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya)”
(QS. Al Ahzaab: 41)
“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut
(nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka
pengampunan dan pahala yang agung” (QS. Al
Ahzaab: 35).
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu
dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada
Hisnul Muslim 12
siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara, di pagi dan
sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang
yang lalai” (QS. Al A’raf: 205)
Rasulullah bersabda:
   

   
   
   

“Perumpamaan orang yang menyebut (nama)
Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-
Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati ”.1
Rasulullah juga bersabda:
# " !
# $ #     #    
#    
# " !
   
   

   

   

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir
kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan
untuknya, laksana orang hidup dengan yang mati”.
2
Rasulullah juga bersabda:
$ . / " % -& ' ' 0 1 2 ( $ 3$ 4% -& '     $ (% ) * & ' + ,% %
& '     5 6 -)7 8    
9 3    
)7$ : ,;) < & '     5 6 -& ' =$ > ? )@

8     $ C D& ' C$ 2 (%
8 ) E & . C$ 2 (%
8 ) E F " & 1 (
8 A 0 = B % <
KG     $ / = !
K WI $ C KG 0
1. HR. Bukhari dalam Fathul bari: 11/208.
2. HR. Muslim; 1/539.
Hisnul Muslim 13
“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang
terbaik, paling suci disisi rajamu (Allah), dan paling
mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq
emas atau perak, dan lebih baik bagimu dari-pada
bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal
lehernya atau mereka memenggal lehermu?”. Para
shahabat yang hadir berkata: “Mau wahai
Rasulullah!”. Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah
yang Maha Tinggi”.3
Allah Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits
Qudsi):

# "
# , K B)L# "
# , K
K); # / $# , % -
# 1# ( <# M 1 # 2 ( $# ,%
POQ #
# " # = K POQ
"
, K B ;) -
N : ,
" = K N : ,

#     ;) T # A = B ;) $R#(
K #     ;) # A =
R S
    ;) T A = B ;) -& . 2 5 6
KUR     3 F =%
V
,$ =% B ;) $R($     ;) A = $R(
K
“Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku
bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila
dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku
dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku.
Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang
banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang
lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-
Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau
berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya
sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka
Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang
3. Shahih Tirmidzi: 3/139, Ibnu Majah: 2/316.
Hisnul Muslim 14
kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku
mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.4
I$ C R Q > B % 2 ( !

W 5 N ) < B ;) !
I 8 X $ W !
1 ( < (
WI $ C K Y V =% PO
V
, 6Z "
0 ( [ 1 C \)Q X])
^ _
S
!
) K < $R ` a ,$ N     I
b
“Dari Abdullah bin Busr dia berkata:
Sesungguhnya seorang laki-laki berkata: “Wahai
Rasulullah! sesungguhnya syari’at Islam telah banyak
aku terima, oleh karena itu, beri tahulah aku sesuatu
hal buat peganganku”. Beliau bersabda: “Tidak hentihentinya
lidahmu basah karena dzikir kepada Allah
(lidahmu selalu mengucapkannya) ”.5
) # V / U 2# N    
-Uc 2# N d # # 0 " !
T $# F < # $R#" d % # C < #
ih # d \h ih # d jh #     % < # '     ih # d EE&#    fFF a     I 8 C% -$ .     $ %
ih d &h
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al
Quran, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedangkan
satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya.
Aku tidak berkata: Alif Laaam Miim, satu huruf. Akan
tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu
huruf ”.6
4. HR. Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafadz hadits ini dalam
shahih Bukhari.
5. Shahih Tirmidzi: 3/139 dan shahih Ibnu Majah: 2/317.
6. HR.Tirmidzi 5/458, lihat Shahih Tirmidzi 3/9.
Hisnul Muslim 15
I$# C # 2 ( !

# W 5 $ < # , !
I 8 # X k # 6 W( <) U A ( < (
G     ;) % B $ n G     ;) \5 8 1 o B % 9l & 'l# % WI $ A " U :lm   

"
D&5 # d U # / n C &5 p;) ) q
" <) $ 8 <) F C$ 2 2
=Z " r) A /    

s ;) & 1 # d% 1 # o Q # "% W I $# C Ka #     K 9l # , !
I 8# X $# W $# 2 0 A "
< #     h 6 > b ( !
T $ F < <) F f % A % -&u0 / " 1 t N    

< # ^5 # % < # #     h # 6 ^h # % -vO Q # p < # #     h # 6 vh Q # p -<) F C$# ,
K ) ])
< < 3?
1 (%
“Dari Uqbah bin Amir berkata: “Rasulullah
keluar, sedangkan kami berada di serambi masjid
(Madinah). Lalu beliau bersabda: “Siapakah diantara
kamu yang senang berangkat pagi setiap hari ke
Buthan atau Al Aqiq, lalu kembali dengan membawa
dua unta yang besar punuknya tanpa mengerjakan
dosa dan memutus silaturrahmi?” kami (yang hadir)
berkata: “Yaa kami senang ya Rasulullah!”, lalu beliau
bersabda: “Seseorang di antara kamu berangkat pagi
ke mesjid, lalu mengajar atau membaca dua ayat Al
Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta.
Dan (bila mengajar atau membaca) tiga (ayat) akan
lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila
membaca atau mengajar) empat ayat akan lebih baik
baginya daripada memperoleh empat (unta) dan dari
seluruh bilangan unta”.7
Rasulullah bersabda:
7. HR. Muslim: 1/553.
Sudah sejak lama sikap Optimis sangat dibutuhkan bagi setiap insan manusia dalam menjalani hidup ini, sehubungan dengan tidak jarangnya pemberitaan di media televisi akan kasus bunuh diri mungkin ada keterkaitannya dengan kurangnya sikap optimis dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.
Apakah anda seorang yang optimis dalam menghadapi hidup?Kitalah orang yang paling tau apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan dan kepesimisan kita tidak bisa diukur dengan ucapan, karena dari segi prakteknya justru bertentangan dengan kaidah optimisme itu sendiri, maka kita bukanlah orang yang optimis.
Dua pengertian dari Optimisme. Pertama,  optimisme adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik. Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari sebelumnya. Dapat disumpulkan lagi bahwa optimis berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih baik dan keyakinan itu bisa jadikan sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih baik.
Beberapa alasan mengapa harus Optimis. Pertama, Optimis adalah sebuah energi positif diri. Kedua, Optimis adalah sebuah perlawanan. Ketiga, Optimis adalah sistem pendukung dalam pencapaian tujuan yang lebih baik lagi.
Optimis adalah bagian dari keinginan untuk mewujudkan Harapan, Sebuah temuan mengungkap bahwa orang yang memiliki harapan optimis, uimumnya memiliki kualitas di dalam diri yang antara lain:
1. Fokus, selektif, dan memiliki sasaran yang jelas.
2. Bisa menerima kanyataan hidup dengan kesadaran, tanpa banyak mengeluh.
3. Memiliki keyakinan untuk bangkit.
4. Punya perasaan diberkati rahmat Tuhan.
5. Punya kemampuan untuk menikmati kehidupan.
6. Punya kemampuan menggunakan akal sehat dalam menghadapi tantang hidup.
7. Punya kemampuan untuk memperbaiki diri secara terus menerus.
8. Punya penghayatan yang baik terhadap kehidupan yang dijalani sehingga bisa membedakan yang salah dan yang benar, yang tepat dan yang menyimpang.
9. Percaya pada kemampuannya.
10. Memiliki perasaan yang baik terhadap dirinya.
Namun ada beberapa yang perlu dihindari dalam Berharap. Pertama, harapan mulut dimana kita berharap adanya hari esok yang lebih bagus, namun itu hanya kita gunakan dalam ucapan atau tulisan, tanpa diiringi dengan tujuan, perencanaan, strategi, teknik, dan pelaksanaan (Aksi). Kedua, terlalu berharap (over-expectation) itu berbeda dengan memiliki harapan yang kuat (Optimis). Harapan yang kuat berujung pada usaha yang kuat. Sementara, terlalu berharap biasanya hanya berhenti pada mengharap, untuk mengharap dan selalu mengharap. ["Jika kau mengharapkan sesuatu, jangan terlalu mengharapkannya"]
Diterbitkan di: 26 Desember, 2009