Kamis, 15 September 2011

MOTIVASI HIDUP - "Dua Musuh Kesuksesan : Rasa Malas Dan Menunda"

MOTIVASI HIDUP - "Dua Musuh Kesuksesan : Rasa Malas Dan Menunda"



Hy Guys...
Kita semua pasti pernah mengalami rasa malas sehingga tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini merupakan kondisi emosi umum yang menghambat seseorang untuk bertindak. Ketika Anda malas, Anda sebenarnya tahu bahwa Anda harus mengerjakannya, tetapi Anda tidak mengerjakannya juga.

Sebagai contoh, Anda tahu bahwa berolahraga secara teratur itu penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Anda juga bisa melakukannya tanpa kesulitan, apakah dengan lari pagi (jogging), berenang, bermain bulu tangkis, bermain bola tenis, ikut fitness dan sebagainya. Tapi Anda toh tidak melakukannya juga. Mengapa ? Alasan yang paling umum adalah karena Anda malas melakukannnya.

Mengapa bisa malas ? Alasannya bermacam-macam. Bisa jadi Anda malas karena kurangnya motivasi, tidak merasa perlu, tidak merasa harus atau merasa kurang bermanfaat. Bisa juga karena Anda sudah bosan, jemu, lagi stress, sedang marah atau sedang tidak mood. Atau barangkali juga disebabkan oleh fisik kita yang sedang lelah, lemah, loyo atau kurang stamina. Semuanya bisa membuat kita malas.

Rasa malas memiliki 'saudara' yang disebut 'menunda'. Tidak jelas siapa yang 'lebih tua', yang pasti keduanya sangat berkaitan. Bisa jadi Anda menunda suatu pekerjaan karena malas. Tetapi bisa juga Anda merasa malas karena telah menunda (merasa terlambat atau kehilangan momentum).

Orang yang suka menunda biasanya selalu punya jawaban atau alasan penundaannya misalnya : "Saya akan melakukannya besok", "Nanti saja", "Lain kali saja ya", "Saya sibuk sekali hari ini" atau "Nanti kalau saya punya cukup waktu" dan sebagainya. Padahal yang seharusnya adalah "Lakukan saja sekarang", "Just Do It" atau Act TNT (today not tomorrow).

Frank J. Bruno dalam bukunya "Stop Procrastinating" membagi penundaan menjadi lima macam.

Yang pertama adalah penundaan fungsional, yaitu menunda karena sebab-sebab yang bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya adalah Anda menunda karena adanya skala prioritas sehingga Anda perlu mendahulukan pekerjaan yang lebih penting dan mendesak. Mungkin juga Anda menunda karena benar-benar sedang sakit atau kelelahan, belum memiliki informasi yang cukup dan sebagainya. Penundaan semacam ini bisa diterima, karena kalau kita memaksa untuk melakukannya sekarang, mungkin hasilnya akan kurang baik.

Yang kedua adalah penundaan disfungsional, yaitu penundaan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, misalnya karena malas, kurang mood dan lain-lain. Jenis penundaan ini sangat merugikan karena bisa menyebabkan kita kehilangan peluang atau kesempatan.

Jenis yang ketiga adalah penundaan jangka pendek, misalnya Anda punya target waktu satu hari tapi tidak segera memulainya sehingga pekerjaan menjadi molor atau tertunda. Yang dimaksud jangka pendek bisa selama beberapa jam atau beberapa hari tergantung target harinya. Misalnya Anda mempunyai jadwal pertemuan dengan seseorang dan harus berangkat jam 7 malam, tetapi sampai jam 6.45 Anda masih belum bersiap-siap.

Berikutnya adalah penundaan jangka panjang, misalnya Anda ingin berwisata ke Bali, ingin punya bisnis sendiri, ingin menyekolahkan anak Anda ke luar negeri, ingin menulis buku dan sebagainya. Anda punya keinginan di masa yang akan datang atau suatu rencana penting yang tidak mendesak, namun Anda tak pernah melakukan langkah awal yang diperlukan.
Jenis penundaan yang terakhir adalah penundaan kronis atau bisa juga disebut penundaan disfungsional kronis. Ini adalah sikap menunda-nunda yang sudah menjadi kebiasaan sehingga susah dihentikan dan sangat merugikan Anda sendiri. Ia bagaikan pencuri, karena telah mencuri waktu Anda dan merampok kepuasan yang mestinya Anda bisa peroleh. Inilah jenis penundaan yang paling berbahaya.

Termasuk jenis yang manakah Anda ? Mudah-mudahan penundaan yang Anda lakukan hanyalah penundaan fungsional. Amit-amit jika Anda merupakan tipe seorang penunda disfungsional, apalagi yang kronis.(SA).

MOTIVASI HIDUP - "Berani Mimpi, Berani Sukses"

MOTIVASI HIDUP - "Berani Mimpi, Berani Sukses"


Awal tahun sering dianggap momentum yang tepat untuk memulai hidup baru. Tahun lalu mungkin tak banyak prestasi yang bisa kita raih, tahun ini adalah saat terbaik untuk memperbaikinya. Tahun lalu mungkin kita gagal meraih cita-cita yang kita impikan, tahun ini adalah waktu yang tepat untuk lebih memfokuskan segala kemampuan dan bekerja lebih keras lagi agar impian itu bisa terwujud.

Setinggi apa mimpi-mimpi bisa kita pancangkan? Banyak di antara kita yang bermimpi saja tak berani karena takut kecewa jika kelak tak bisa meraihnya. Akhirnya mimpinya biasa-biasa saja. Atau banyak juga yang hanya bermimpi tanpa berusaha meraihnya. Akhirnya mimpi-mimpi itu hanya berhenti sampai pada mimpi saja.

Jika kita melihat ke belakang, kita akan menemukan betapa berharganya mimpi-mimpi itu. Apa yang kita nikmati saat ini seperti telepon genggam, komputer, kendaraan yang kita gunakan, dan apa pun yang kita rasakan manfaatnya dan kita kagumi, semua itu awalnya dari mimpi. Para penciptanya kerap diolok-olok orang-orang sekitarnya karena impian mereka dianggap hayalan yang tak mungkin bisa diwujudkan.

Meski begitu mereka tetap yakin bahwa mimpi-mimpi itu bukan sesuatu yang mustahil. Ejekan-ejekan yang diterimanya justru menjadi semacam vitamin kehidupan yang mendorong semangatnya untuk terus berusaha. Mereka tak patah semangat untuk mencoba dan mencoba lagi, kegagalan demi kegagalan tak menyurutkan semangatnya untuk mencoba lagi, dan akhirnya ketekunan mereka berhasil mewujudkan impiannya. Itulah kekuatan mimpi!

Teman-teman yang Luar Biasa!

Pagi tadi pada talkshow rutin di jaringan Radio Sonora, saya membahas tentang "Kekuatan Mimpi". Mimpi adalah jalan menuju kesuksesan. Karena impian kehidupan bisa kita ubah menjadi lebih berkualitas. Tentu, untuk merealisasikan setiap impian ini, kita membutuhkan kekuatan lain. Kekuatan itu harus ditumbuhkembangkan dari dalam diri kita sendiri yaitu berani bermimpi, berani mencoba, berani mati-matian, berani gagal, dan berani sukses. Nah, teman-teman, mimpi apa yang ingin diraih tahun ini? Mari bekerja keras untuk mewujudkannya.

Ditulis oleh: Ainur Rofik
scol:smk negeri wonorejo
alamat:damarjati,klampisrejo selatan,kraton pasuruan.............

KUMPULAN MOTIVASI - "Memberi dan Menerima"

KUMPULAN MOTIVASI - "Memberi dan Menerima"


Dalam kehidupan ini, berlaku hukum yang tiada duanya dan pasti akan kebenarannya. Yaitu hukum yang datang dari langit (dibaca: Hukum dari Tuhan). Salah satunya adalah: jika kita memberi, maka kita akan menerima. Apapun, siapapun, kapan pun. Ada menerima dalam kurun waktu yang pendek, ada juga yang menerima dalam kurun waktu panjang. Ada yang menerima sesuatu sama dengan yang diingini, ada pula yang menerima berbeda dengan keinginannya.
Ambil contoh seperti ini. Saat berada dalam sebuah perjalanan, kita tiba di sebuah pintu tol. Suasana terik ibu kota biasanya sangat terasa saat jam beranjak sekitar setengah dua belas siang. Antrean cukup panjang. Banyak yang merasa gelisah dan depresif ringan dengan keadaan itu. Walau sebenarnya sudah cukup sering mengalaminya.
Kita dalam kondisi yang tidak jauh berbeda. Yah, bisa jadi AC mobil kita lebih baik dari mobil lain d isekitar. Namun bukan suhu panas yang membuat gerah, melainkan panjangnya antrean, waktu yang tersita, dan lain-lain sehingga kita menjadi merasa "kepanasan".
Lalu, kita mencoba mencoba buka jendela untuk menghirup udara di luar. Baru terbuka setengahnya, tiba-tiba saat menatap ke arah kanan, kita bertatap pandangan sesaat dengan seorang pengemudi dengan kaca jendela yang terbuka. Dengan ramah sekali, ia menyunggingkan senyum kepada kita. Apa yang kita lakukan jika terjadi hal itu?
Tentunya, kita akan membalas senyuman itu. Tapi bisa saja, ada seseorang yang pernah melakukan, langsung menutup jendela mobil dengan tergesa dan menoleh dengan ke arah lain dengan cepat. Atau bahasa kasarnya, "membuang muka".
Dalam hal di atas, kedua orang di atas, bisa dibilang "sama-sama menerima" (walaupun ada balasan yang tidak diharapkan). Karena dalam hukum memberi dan menerima, kita tidak harus selalu menerima sama dengan yang diharapkan. Menurut saya, apapun hal yang diterima, tentu sajamengandung makna positif dan hikmah yang bisa diambil, sekaligus sebagai bahan belajar termahal yaitu "pengalaman".
Mungkin Anda memiliki sebuah teko atau botol besar penampung air minum di rumah. Saat teko dalam keadaan penuh, ia sudah tidak bisa diisi kembali. Namun saat air sudah dituangkan, maka teko bisa disi kembali.
Lalu, pada saat air dari teko dituangkan, sudah terjadi udara sebagai pengganti dengan volume yang sama penambahannya dengan jumlah air yang berkurang. Inilah yang saya maksud dengan "memberi, langsung menerima"! Walau dalam bentuk yang berbeda.
Saat teko kita tuang semua seluruh isi airnya, apakah teko itu menjadi kosong? Tentu tidak! Teko itu masih berisi udara dengan penuh.
Banyak sekali janji Tuhan akan hal itu. Siapa mengabdi padaNya, maka akan dijadikan kekasihNya. Barang siapa meminta kepadaNya, maka akan diberikanNya. Karena hukum yang sangat sempurna itu memang telah dibuatNya. Hal kecil seperti senyuman, air berpindah tempat, dll, merupakan contoh kecil yang bisa dijadikan bahan kajian oleh kita - yang diberikan kemuliaan dengan diberikan akal pikiran untuk mengkajinya. Mari memberi dan siap menerima! Semoga tulisan ini banyak memberikan manfaat dan inspirasi.

Tips Sukses dari 8 Miliuner Muda

Tips Sukses dari 8 Miliuner Muda


Menjadi miliuner bisa dicapai dalam usia muda. Masa sih? Yup, hal ini setidaknya dibuktikan oleh 10 miliuner muda berikut ini. Siapa saja mereka? Bagaimana tips-tipsnya sehingga mereka sukses?
Berikut adalah jawabannya.
1. Mark Zuckerberg
Di tahun 2007, ketika berusia 23 tahun, pria ini mengembangkan sebuah sistem yang kini sangat terkenal, Facebook. Dalam sekejap, ia menjadi salah satu miliuner paling kenamaan. Belum lagi namanya makin melambung setelah kisah suksesnya diabadikan dalam film “Social Network”. Pria ini memandang bahwa anak-anak muda itu kreatif dan memiliki kecerdasan. Ia punya harapan tinggi terhadap anak-anak muda.
2. Michael Dell
Di usia 19, Dell keluar dari kuliahnya di University of Texas tak lama setelah ia memulai sebuah perusahaan komputer yang menjual langsung kepada konsumen dengan harga yang lebih rendah ketimbang pesaing di ritel. Begitu ia mencapai usia 24 tahun, perusahaan yang dikenal dengan Dell memiliki pemasukan sekitar 258 juta dollar AS.
Nasihat dari pria yang kini berusia 45 tahun itu untuk para wirausahawan, “Anda harus memiliki gairah terhadap usaha Anda. Saya rasa orang-orang yang mencari ide-ide besar di luar sana untuk mendapatkan uang tidak sesukses orang-orang yang mencaritahu apa gairahnya yang terdalam untuk kemudian dibuat menjadi usaha.”
3. Catherine Cook
Sekarang Catherine Cook sudah berusia 20 tahun, dan selama 2 tahun terakhir ia sudah menjadi miliuner. Ia, bersama kakaknya, David dan Geoff memulai sebuah situs jejaring sosial yang populer di antara remaja Amerika, namanya myYearbook saat mereka masih duduk di bangku sekolah.
Nasihatnya bagi para pengusaha muda, “Berhentilah berpikir dan mulailah melakukan. Saat masih muda adalah waktu paling tepat untuk memulai usaha, karena belum ada tanggung jawab yang harus didapuk seperti saat seseorang mencapai usia dewasa. Yang paling parah bisa terjadi adalah Anda gagal. Tetapi Anda bisa belajar dari kegagalan dan mengubahnya menjadi keberhasilan di upaya berikutnya.”
4. Sean Belnick
Di usia 16, Sean sudah menjadi miliuner dengan cara menjual kursi-kursi kantor lewat online, di situs BizChair.com. Sambil menjalaninya, ia melanjutkan pendidikan di Emory University’s Goizueta Business School. Kini ia sudah mencapai usia 23 tahun.
“Tak pernah ada kata memulai terlalu cepat. Ada begitu banyak informasi yang hebat di internet. Lakukan riset dan cari cara untuk mencari tahu apa yang ingin Anda lakukan,” saran Sean.
5. Jermaine Griggs
Pria yang kini berusia 27 tahun ini berhasil menjadi miliuner di usia 23 tahun dengan mengejar gairahnya untuk menjadi guru musik. Situsnya, HearAndPlay.com didesain untuk membantu orang belajar memainkan piano, gitar, dan drum tanpa perlu membaca not balok. Lebih dari 2 juta pelajar mengunduh pelajarannya setiap tahun.
Kata-kata yang ia sampaikan buat para pemula, “Mengertilah kekuatan penjualan, jangan hanya mengerti siapa Anda dan ide Anda. Pelajari bisnisnya. Pelajari bagaimana orang-orang sebelum Anda berhasil menjalaninya, cari pula orang-orang yang memiliki mimpi serta aspirasi yang sama dengan Anda.”
6. Matt Mickiewicz
Di usia 22, ia berhasil mencapai gelar miliuner lewat 3 situs yang ia ciptakan; SitePoint, 99Designs, dan Flippa.com. Menurut Mickiewicz, internet memberikan para wirausahawan umpan balik yang langsung kepada para pelanggan, membuatnya jadi lebih murah untuk mengetes dan meluncurkan ide. Nasihatnya untuk para pengusaha muda, “Orang yang mengatakan bahwa dibutuhkan modal besar untuk mencetak banyak uang hanyalah orang yang mencari-cari alasan. Ciptakan nilai besar untuk orang lain dengan menyediakan solusi yang belum pernah ada sebelumnya.”
7. Juliett Brindak
Di usia 19 tahun, wanita ini sudah mencetak diri menjadi miliuner. Ia mulai menggambar tokoh-tokoh remaja perempuan sejak usia 10 tahun. Kemudian, ia menggunakan karakter-karakter tersebut dalam situsnya, MissO and Friends. Nasihatnya untuk para pemula, “Isi tim Anda dengan orang-orang yang percaya pada ide Anda. Jika ada yang mulai meragukan perusahaan Anda sebaiknya segera disingkirkan.”
8. Cameron Johnson
Di usia 9 tahun, ia mulai membuat perusahaan pembuatan kartu ucapan di rumahnya. Di usia 12, ia membantu saudarinya yang membuat koleksi Beanie Baby dan meraih untung sekitar 50 ribu dollar AS. Kini, di usia 25 tahun, ia sudah berhasil meluncurkan lebih dari puluhan situs. Ia bahkan memiliki acara televisi sendiri di BBC, bertajuk, “Beat the Boss”.
Nasihatnya untuk yang ingin memulai usaha sendiri, “Mulailah bergerak. Lakukan sesuatu, mulai dari kecil. Semakin kecil modalnya, semakin mudah untuk mendapatkan keuntungan. Ciptakan nilai lebih untuk orang lain, dan Anda akan mendapatkan hasil lebih.”

KUMPULAN MOTIVASI - Demi Impian Anda, Jangan Pernah Berhenti

KUMPULAN MOTIVASI - Demi Impian Anda, Jangan Pernah Berhenti


Salam Hangat Saudaraku,,,

Berikut ini ada artikel motivasi berjudul Demi Impian Anda, Jangan Pernah Berhenti yang dikisahkan oleh
seorang ibu bersama seorang anak kesayangannya.

Selamat membaca... ^_^

Zaman dahulu kala,
hiduplah seorang ibu bersama seorang anak kesayangannya yang masih sekolah. Sang ibu sudah ditinggal oleh suaminya yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Untuk menopang keluarganya, sang ibu mencari nafkah dengan menerima jasa membuat lukisan.

Lukisan yang dibuatnya sungguh indah dan membuat orang kagum, sehingga banyak orang meminta dirinya untuk membuat lukisan. Hasil dari pembuatan lukisan tersebut cukup untuk menghidupi dirinya dan anaknya.

Sang anak pada mulanya sangat bersemangat dan rajin bersekolah. Namun, lama-kelamaan, kelakuannya mulai berubah. Sifatnya yang rajin mulai mengendur, tidak belajar saat ujian hampir tiba sehingga nilai sekolah kurang memuaskan. Dan yang paling berat adalah ia mulai sering bolos sekolah.

Sang ibu sudah diberitahu perihal kelakukan anaknya oleh pihak sekolah. Berkali-kali anak tersebut dinasihati, tetapi sifat buruknya tidak juga dibuang. Sampai suatu hari, anaknya mendapat surat peringatan terakhir. Jika anaknya terus-terusan membolos, maka ia akan dikeluarkan dari sekolah. Di sisi lain, nilainya yang anjlok kemungkinan besar bisa membuatnya gagal naik kelas.

Sang ibu menegur anaknya. Dan ketika kemarahannya mulai memuncak, sambil menangis, ia mencoret dan menyobek lukisan yang sudah hampir selesai. Lukisan yang telah dibuat berminggu-minggu dirusak begitu saja. Hati anaknya ikut teriris sebab ia tahu ibunya susah payah melukis untuk menyekolahkan dan menghidupi dirinya. Anaknya pun ikut menangis dan memeluk ibunya sambil meminta maaf.
"Ampun, Bu! Aku minta maaf, aku tidak akan jahat lagi. Aku tahu aku telah bersalah, tapi ibu jangan merusak lukisan yang sudah ibu lukis dengan susah payah," ujar anaknya.

Ibunya pun berkata,
"Tidak ada gunanya ibu melukis hanya untuk melihat dirimu seperti ini. Ibu membuat lukisan dengan harapan bisa menyekolahkanmu agar kelak kamu bisa menjadi orang yang berguna. Jika kamu dikeluarkan dari sekolah atau tinggal kelas, pengorbanan ibu akan menjadi sia-sia."

Ibunya melanjutkan,
"Lihat lukisan yang sudah rusak ini! Lukisan ini dibuat dari goresan demi goresan dan dibutuhkan ketekunan dan ketelitian untuk membuatnya menjadi indah. Karena itulah sebuah lukisan indah bisa bernilai tinggi. Karena ibu sudah mencoret dan merusaknya, maka lukisan ini sudah tidak bernilai lagi. Begitu juga dengan kamu. Apa yang sudah kamu pelajari di sekolah sampai sejauh ini sesungguhnya sangat berguna bagi masa depan kamu. Tetapi, sifat kamu yang buruk akan membuat semuanya menjadi tidak berguna dan bernasib sama seperti lukisan ini.."

Sambil berlinang air mata, anaknya sadar dan berjanji pada ibunya, "Aku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatanku yang dulu. Aku berjanji tidak akan bolos lagi dan akan belajar dengan rajin agar kelak bisa membahagiakan ibu."

Sejak saat itu, anaknya mulai berubah menjadi anak yang rajin, ulet, tidak bolos sekolah, dan menyayangi ibunya.
Pesan kepada pembaca:

Bagi sebagian besar orang, memulai sesuatu untuk meraih impian mungkin tidak sulit. Yang membuatnya menjadi sulit adalah begitu banyak orang yang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Banyak orang yang memutuskan untuk menyerah karena berbagai masalah.

Mungkin Anda juga pernah mengalami hal seperti ini. Anda memiliki impian yang sangat ingin Anda raih. Semangat Anda begitu berkobar. Tekad Anda begitu besar untuk menjadi seperti yang Anda inginkan. Anda mulai mengambil tindakan. Tetapi seiring berjalannya waktu, semangat Anda mulai kendur. Hambatan demi hambatan membuat Anda putus asa dan menyerah. Akhirnya, impian Anda terkubur dalam-dalam dan mulai dilupakan. Impian yang begitu indah akhirnya ternoda dan rusak.

Sesungguhnya semua orang, termasuk Anda, bisa meraih impian jika Anda tidak pernah mau menyerah. Jika Anda terus berjalan, maka Anda akan tiba di tempat yang Anda impikan. Tidak peduli berapa banyak hambatan, rintangan, masalah atau kegagalan yang berusaha menghentikan Anda, jika Anda memutuskan untuk tidak berhenti, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan langkah Anda untuk mencapai impian.

Bukankah musuh yang paling ditakuti adalah musuh yang tidak pernah mau menyerah? Berhenti dan menyerah bukanlah pilihan yang dibuat oleh seorang juara. Seorang juara tidak akan pernah menjadi juara jika ia memutuskan u
ntuk berhenti. Seorang juara juga pernah jatuh, tetapi ia dikenang bukan karena ia pernah jatuh, melainkan karena memilih untuk tidak menyerah, bangkit dan akhirnya berhasil mencapai impian-impiannya.

Semoga bermanfaat... Tunggu artikel berikutnya... Salam hangat... ^_^

MOTIVASI BISNIS - Kegagalan Dimulai Dari Kesuksesan

MOTIVASI BISNIS - Kegagalan Dimulai Dari Kesuksesan


Adalah baik merayakan kesuksesan, tetapi yang lebih penting adalah memperhatikan pelajaran-pelajaran dari setiap kegagalan (Bill Gates)
Tiga raksasa otomotif Amerika Serikat - General Motos Corp (GM), Chrysler LLC, dan Ford Motor Co - yang dikenal dengan ”The Big Three” meminta dana talangan kepada kongres Amerika sebesar 34 Milliar Dollar AS guna menyelamatkan industri otomotif yang membawa citra Amerika Serikat dari kebangkrutan sekaligus juga menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja. Tetapi sampai sekarang dana talangan tersebut belum disetujui oleh senar Amerika Serikat.
Itulah sepenggalan berita yang dimuat berbagai media internasional dan lokal beberapa minggu belakangan ini. Saya terkejut ketika pertama kali membaca berita itu. Bagaimana mungkin tiga perusahaan-perusahaan otomotif terbesar, berumur ratusan tahun, hadir di lebih dari 30 negara, memiliki sekitar 160 pabrik di seluruh dunia dan produk-produknya merajai jalan-jalan hampir di seluruh dunia, bisa nyaris bangkrut. Bukankah dulunya mereka perusahaan-perusahaan sangat sukses? Mengapa sekarang mereka bisa nyaris bangkrut?
Memikirkan nasib ”The Big Three”, saya langsung teringat sebuah kalimat seorang rekan, CEO dari sebuah perusahaan besar di Australia. Dia berkata, ”Berny, nothing fails like success (tidak ada kegagalan seperti kesuksesan).” Kalimat yang luar biasa, bukan?
Sesungguhnya, Anda, saya, dan semua organisasi, menjadi lebih rentan ketika telah mencapai kesuksesan. Karena seringkali kesuksesan membawa perusahaan pada sebuah tempat dimana tidak lagi efisien, sombong, dan arogan. Ketika orang dan bisnis mencapai kesuksesan, seringkali mereka menjadi lebih mencintai diri mereka sendiri. Mereka tidak lagi menghargai pelanggan seperti sebelum mereka sukses. Mereka berhenti berinovasi, tidak lagi bekerja keras, dan takut mengambil resiko. Mereka begitu sibuk dengan diri sendiri untuk mempertahankan kesuksesan yang telah mereka raih, dan tidak lagi fokus untuk memperbaiki diri. Mereka begitu terbuai dengan kesuksesan. Itulah yang dialami oleh ”The Big Three.”
Lihat saja bagaimana para CEO ”The Big Three” ditengah krisis keuangan perusahaan masih bisa terbang dengan jet pribadi dari Detroit ke Washington untuk ”mengemis” dana talangan ke kongres Amerika. Menurut data, pada tahun 2007, biaya seorang pekerja di pabrik GM di Amerika adalah US$ 73 per jam, sedangkan Toyota hanya mengeluarkan biaya US$ 48 per orang setiap jam. Tahun lalu Toyota dapat membuat sebuah mobil atau truk dengan biaya operator US$ 4.000 lebih sedikit dari GM. Toyota memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik dari pada GM. Kesuksesan membuat perusahaan terlena.
Sekitar sebulan lalu, saya pergi ke sebuah restauran sea food di daerah kelapa gading. Saya kaget, karena restauran tersebut sepi. Padahal, kira-kira setahun lalu restauran itu sangat ramai dikunjungi orang. Antrian panjang sekali. Tetapi, karena pada saat itu mereka merasa telah sukses, mereka tidak lagi memperhatikan pelanggan mereka. Pelayanan semakin lambat dan kualitas makanannyapun menurun.
Menarik pelajaran dari ”The Big Three” dan restauran sea food itu, maka seharusnya, semakin Anda sukses, Anda harus semakin rendah hati, semakin berkomitmen untuk terus lebih efisien, konsisten melakukan perbaikan-perbaikan, terus meningkatkan pelayanan, lebih bekerja keras, semakin mencintai pelanggan, dan terus menerus memberikan nilai tambah. Albert Einstein pernah berucap, ”Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, tetapi menjadi orang yang memberikan nilai tambah dalam hidup ini.”
Syukuri kesuksesan Anda, tetapi jangan terbuai olehnya. Karena, jika Anda berhenti melakukan hal-hal yang telah membawa Anda pada puncak gunung kesuksesan, maka pada saat itu juga Anda sedang tergelincir dalam lembah kegagalan. Jadi, tetaplah waspada pada saat Anda di puncak

MOTIVASI HIDUP - Bangkit atau Tidak, Itu adalah Pilihan

MOTIVASI HIDUP - Bangkit atau Tidak, Itu adalah Pilihan


Saya pernah menonton film The Karate Kid" yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Jaden Smith, putra aktor Hollywood Will Smith. Film ini menceritakan tentang kungfu.
Film ini terbilang sangat bagus karena di dalamnya terkandung pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar adegan berkelahi.
Ada sebuah percakapan antara Jackie Chan (Han) dan Jaden Smith (Dre) dimana Jackie mengatakan lebih kurang seperti ini, "Life will knock us down, but we can choose whether we want to get back up or not." Artinya hidup akan selalu menjatuhkan atau mengalahkan kita, tetapi kita bisa memilih apakah kita mau bangkit atau tidak. Ia mengatakan itu pada saat merenungi istri dan anaknya yang tewas akibat kecelakaan mobil. Dan Jaden telah memberinya pelajaran yang berharga.
Kalimat itu sungguh menggugah diri saya. Kadang kala hidup tidak adil kepada kita. Kadang hidup kelihatannya selalu mempermainkan kita, bahkan membuat kita terjatuh. Tetapi, kita bisa memilih untuk bangkit atau menyerah kalah. Bangkit atau tidak adalah pilihan yang kita buat!
Ketika kita jatuh dalam keterpurukan, kita bisa memilih untuk merasa menjadi korban dan menyalahkan hidup yang sungguh tidak adil. Konsekuensinya, kita tidak akan bisa mengubah apa pun karena kita telah mengembangkan sikap pasrah tanpa mau berbuat apa pun untuk memperbaikinya.
Di sisi lain, ketika kita jatuh, kita bisa memilih untuk tegar dan bangkit. Kita bisa memilih untuk tidak mau menyerah kalah. Kita bisa memilih untuk terus maju menerjang rintangan dalam hidup. Jika kita bisa bersikap seperti itu, percayalah, hidup tidak akan benar-benar bisa menjatuhkan kita.
Lantas mengapa ketika jatuh, ada sebagian orang yang memilih untuk terus bangkit dan sebangian orang memilih untuk merasa terhina dan hidup dalam keterpurukan? Alasan adalah karena pilihan. Setiap hari, kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan, baik pilihan yang mudah sampai pilihan yang sangat sulit.
Apa yang kita lakukan saat ini adalah hasil dari pilihan kita. Kita bisa memilih apa pun yang kita inginkan, tanpa ada yang melarang. Kita bisa memilih untuk sukses, kita juga bisa memilih untuk menjadi biasa-biasa saja, kita bahkan juga bisa memilih untuk menjadi pecundang. Semua tergantung pada apa yang Anda pilih. Bahkan ketika kita tidak membuat pilihan, itu juga sudah merupakan pilihan.
Hidup memang akan selalu berusaha merintangi kita. Hidup tidak 'jahat', melainkan agar kita menjadi orang yang lebih kuat ketika berhasil bangkit dan melewati rintangan. Orang yang memilih untuk tidak bangkit adalah orang yang berpikir bahwa hidup ini jahat dan tidak adil. Dengan berpola pikir seperti itu, mereka merasa menjadi korban ketidakadilan. Mereka lebih memilih untuk berhenti daripada bangkit dan kemudian jatuh lagi.
Mereka yang memilih untuk bangkit tidak peduli berapa kali mereka jatuh. Mereka akan bangkit satu kali lebih banyak. Mereka memilih untuk tidak mau begitu saja dikalahkan dengan telak oleh kehidupan. Tidak heran, mereka adalah para juara yang berdiri tegak sampai garis finish.
Hidup ini penuh pilihan, apakah Anda memilih untuk bangkit atau tidak, itu adalah pilihan Anda. Ingat kata-kata ini, "Hidup akan selalu menjatuhkan atau mengalahkan kita, tetapi kita bisa memilih apakah kita mau bangkit atau tidak."
Salam Sukses,